Tidur di Tengah Awan, Bangun dengan keadaan nyaman
Lebih dari 350 homestay rumah warga siap menyambut kedatangan Anda.
Menginap Bersama Keluarga Petani Gunung
Homestay di Dusun Butuh bukan sekadar tempat tidur — ini adalah pengalaman budaya yang autentik. Anda akan disambut layaknya keluarga sendiri, menikmati sarapan masakan ibu petani, dan bangun tidur dengan pemandangan lautan awan di depan mata.
Homestay Dua Saudara
Rumah panggung kayu khas lereng Sumbing yang dikelola langsung oleh dua bersaudara pemiliknya. Suasana hangat dan kekeluargaan terasa sejak menit pertama Anda datang.
Omah Bening
Homestay dengan jendela besar menghadap lautan awan, cocok untuk yang ingin menikmati sunrise langsung dari tempat tidur.
Homestay Shakila
Rumah warga yang asri dengan halaman kecil untuk bersantai sore, dikelilingi kebun sayur milik keluarga tuan rumah.
Homestay Najwa
Homestay ramah keluarga dengan tuan rumah yang komunikatif, sering membantu wisatawan mengatur jadwal trekking dan paralayang.
Homestay Wanto
Dikelola oleh Pak Wanto, petani sayur setempat yang senang berbagi cerita tentang kehidupan di lereng Gunung Sumbing.
Homestay Ompingai
Homestay sederhana dan bersih dengan akses jalan kaki singkat ke titik terbaik melihat golden hour di atas awan.
Omah Biru
Rumah bercat biru yang jadi salah satu penanda khas di Dusun Butuh, nyaman untuk rombongan kecil maupun keluarga.
Homestay Bintang
Lokasinya sedikit di ketinggian, membuat langit malam terlihat penuh bintang — sesuai namanya, favorit untuk yang suka duduk santai malam hari.
Homestay Amanah
Dikenal warga sekitar karena pelayanannya yang tulus dan dapat dipercaya, cocok untuk wisatawan yang membawa keluarga besar.
Homestay Rima
Rumah yang tertata rapi dengan teras luas, sering dipakai wisatawan untuk berkumpul sebelum atau sesudah trekking.
Griyo Butuh (Glamping)
Opsi glamping bagi yang ingin pengalaman berbeda: tenda nyaman dengan fasilitas modern, tetap dengan panorama lautan awan khas Dusun Butuh.
Homestay Dua Putri
Dikelola oleh dua bersaudara perempuan yang ramah, homestay ini punya dapur terbuka tempat tamu bisa ikut belajar masak menu lokal.
📋 Informasi Penting Homestay
- Tiket masuk desa: Rp 10.000/orang (di luar biaya homestay)
- Parkir kendaraan: Rp 5.000 (motor) / Rp 10.000 (mobil) per hari
- Disarankan membawa pakaian hangat — suhu malam bisa mencapai 12°C
- Konfirmasi booking minimal H-1 sebelum kedatangan
- Tidak tersedia ATM di dalam desa — siapkan uang tunai yang cukup